Adhie LingkEpin_Seroja Inst BIOLA (in Tanjungpinang)

JUARA I YOUTH TALLENT COMPETITION SAPMA PP KEPRI 2011 at Gedung Aisyah Sulaiman Tanjungpinang - Kepulauan Riau Indonesia minus one By Hendri Lamiri
Adi Biola calaniz fantasy final YTC kepri instrument solo musik melayu Seroja Bunga lagu Indonesia Pepy chandra tepi laut Husnizar hood PLS Sanggam Lingga Tanjungpinang nyayian Tari Gazal Stisipol Art Seniman Musisi violin Competition Clasical pulau penyengat BATAM Mahasiswa budak selambe boedak adhie Lingkepin on malay stacatoo tualang tige Dabosingkep Hendri lamiri tengku rio vanessa may maylafaiza idris sardi
Self Promo VIdeo - Taufiq Adhie Wibowo

Self Promo Video for DRP392 class with Ms. Trina Teoh. Shot with Canon EOS 550D in After Effects CS5 with Twixtor and Magicbullet Looks
Puisi Tragedi Bima, Karya Adhie Massardi

Uploaded by www.indonology.com. Tragedi berdarah kembali meledak di Indonesia. Demi membubarkan protes warga yang menduduki Pelabuhan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat, aparat rela mengeluarkan peluru tajamnya. Tak ayal, sejumlah nyawa pun melayang. Sedangkan warga lainnya terluka. Sepertinya, aksi kekerasan masih menjadi "jalan pintas" dan "solusi" untuk menyelesaikan masalah di Negeri ini. Terlebih, rakyat kecil selalu yang menjadi korban kekerasan aparat. Insiden Bima pun menggugah simpati aktivis Gerakan Indonesia Bersih, Adhie Massardi. Ia pun kemudian memotretnya dalam sebuah puisi. Mari kita simak puisi Adhie Massardi berjudul Bima. (*) Bima Inilah Sabtu yang akan dicatat sejarah, sebagai hari terkutuk dan bersimbah darah Pada siang yang panas menjelang natal, ketika langit hendak memamerkan kedamaian pada bumi di Teluk Sape Rakyat menangis meratapi nasibnya, masa depan mereka dijarah penguasa tamak Tapi, siapa mau mendengar ratapan mereka? Sedang penguasa yang alpa mengurus negara sibuk menghitung dan membagi harta jarahan Sambil bersulang anggur, mereka saling menegur. "damai di langit ... " "damai di kalangan elit .... " Sementara di bumi, di tempat rakyat hanya bisa mengumpat, sepasukan manusia tak berjiwa menerjang, menendang dari senjata mereka yang sudah terkokang bermuntahan peluru, mendesing ke segala arah Lalu, Teluk Sape bersimbah darah Mesuji bersimbah darah Papua bersimbah darah di mana-mana tubuh tergolek tak berdaya, mereka bergelimpangan ditendang <b>...</b>



